Sepenggal kisah di Asean Para Games #Part 1

Cerita pun berlanjut #1
Seiring dengan berkumandangnya adzan, rombongan kami sampai di Athlete Village. Untuk masuk disana, kami harus nunjukin kartu identitas buat di cocokin sama daftar LO yg dipegang sama para bapak2 dan mas2 polisi yg berjaga disana. Oya, aku belum sempet ngenalin temen2 ku satu rombongan. Yang naik satu taksi dengan ku adalah Nia dan Ita. Pertama kali aku ketemu mereka ya pas pembagian kelompok kontingen. Nia itu lebih muda 1 tahun dari aku, sedangkan Ita lebih tua 1 tahun. Karna masih belum berkenal dengan baik, aku agak canggung dengan mereka (disamping mereka cantik2 juga ternyata, hehehe).
Sesampai di TKP, aku dan Nia memutuskan untuk sholat Subuh dahulu di masjid, sedang Ita sebagai ketua kami, langsung menuju salah satu gedung untuk bertemu beberapa pihak terkait. Ternyata sebelum kami sudah ada beberapa orang yang menunggu. Beliau2 diantaranya adalah pak sopir dan 3 orang crew nya. Setelah selesai sholat subuh, aku dan Nia bergegas menyusul Ita. Ditengah jalan kami disambut 2 orang pemuda. Tak lain dan tak bukan mereka adalah volunteer untuk bagian transportasi (tapi aku lupa nama mereka, hehehe). Ternyata mereka datang lebih awal dari kami, padahal aku sendiri agak menggerutu coz udah mesti berangkat sepagi itu. Aku pun mencoba berkenalan dengan mereka. Satu diantara mereka ternyata coordinator volunteer untuk masalah transportasi, sedang seorang lagi yang akan menemani kami dalam penjemputan. Tak berapa lama, Ita muncul menghampiri kami dengan seorang bapak2. Setelah beliau menyalami kami semua, beliau mengajak kami untuk segera berangkat (dan meskipun terbesit dalam benakku bertanya2, siapa beliau ini, aku tak punya keberanian untuk bertanya,hehehe).
Biar ntar klo di bis aku nggak mati gaya karna nahan pengen pipis, aku langsung minta ijin buat ke toilet sebentar. Di dalam toilet aku pun bertanya2, iki tenanan oraaa?? Rasa2 nya aku nggak percaya menjadi bagian dari event ini. Sayup2 terdengar suara bus datang. Pengen segera menyelesaikan urusanku dalam toilet ini dan bergegas ke luar rasanya. Setelah keluar dari toilet dan menuju tempat kami berkumpul, aku agak sedikit terkesima. Wow…inikah bus yg dimaksud???
Tampak orang2 sudah berada dalam bus. Dengan sedikit lari kecil, aku menghampiri bus itu. Sesampai di pintu bus, aku nggak liat ada handle pintu nya. Lha trus aku mlebune pye jal?tanya ku dalam hati. Tiba2 aja pintu bis terbuka secara otomatis. “Woooowww……, mendadak aku kayak anak kecil ndeso yang totally gaptek. “Oke2, let’s rock!!!”, kataku dalam hati.
Didalam bus sudah ada 4 orang temanku sesama LO yang menunggu, ditambah pak sopir dan 3 orang crew beserta 2 volunteer. Karena kami sudah terlambat setengah jam dari jadwal semula, maka kami pun berangkat. Bus perlahan2 meninggalkan Athlete Village. Pak sopir agaknya belum terbiasa mengemudikan bus baru itu. Bus nya agak lebih panjang dari bus2 pada umumnya. Saat bus melewati jalan kampung, jalannya pelan2 sekali, apalagi saat berbelok di jalan yang sempit.
Seiring sang mentari menunjukkan sinarnya, low-floor bus itu melenggang cantik di jalan raya Solo-Jogja. Tampak beberapa orang ditepi jalan yang kami lintasi melihat bus kami (ya walaupun ada juga yg terlihat biasa saja seh). Dalam perjalanan, aku mulai mengenal anggota rombongan satu persatu.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sebuah Perenungan

Dan ketika sudut2 telah berubah, waktu berlalu, dan malam2 berganti siang. Tidakkah kau rasa bahwa semua ini adalah kehidupan yg nyata. Tak terasa kumis yg minggu lalu telah kucukur habis kini mulai tumbuh kembali.
Aku tak beranjak disini, hnya sesekali melihat kedepan. Ya, tak kunjung melihat kedepan. Aku lebih suka melihat ke belakang, jauh ke belakang. Menyaksikan semua kini telah berubah. Aku tak kunjung bergegas berlari, hanya duduk-duduk sambil sesekali memainkan rambutku yg mulai memanjang. Ku pandang keatas, melihat bulan yg malu2 bersembunyi dibalik awan, lalu sinarkan purnamanya. Aku melihat kesenangan, kesedihan, kematian. Semua datang silih berganti. Dan ketika konsep ketuhanan menggelitik benakku. Kepada mereka2 yg mempertanyakan keberadaanNya.
Aku pun beranjak berdiri, mencoba langkahkan kakiku tapi terasa berat. Tak terasa aku telah sampai di titik ini. Dengan tegap ku coba pejamkan mata. Sosok teman2 disampingku hadir dlm benakku. Kurasakan ketenangan layaknya menikmati indahnya taman bunga. Lalu ku teringat akan ayah dan ibuku. Ingin rasanya aku berteriak, maafkan aku, aku belum bisa menjadi apa yg kalian inginkan.
Senyum simpul tercipta, menertawakan diri sendiri atas segala yg telah kucapai. Lelah ku berada disini. Mencari arti dalam hidupku. Dan hanya waktu yg dapat menjawab semua pertanyaan2 ini. Berharap malam segera berlalu, dan akhirnya panasnya mentari dan merdunya kicau burung menyambutku…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sepenggal Kisah di Asean Para Games

Awal Cerita

Adalah suatu moment yang sangat berharga sekali ketika aku bisa menjadi salah satu Liaison Officer di event internasional itu. Mula-mula hanya ingin coba-coba mengisi masa setelah wisuda. Pada awalnya aku ditawari untuk ikut event itu dari teman, dan sekedar iseng aku mendaftarkan diri. Setelah proses interview, aku dan teman-teman lainnya menunggu pengumuman untuk diterima atau tidaknya. Menunggunya pun harus pake acara galau segala, coz temen2 yg lain uda pada ditelfon dari pihak panitia bahwa mereka diterima. Saat itu sudah pkul setengah delapan malam, saat aku dan teman2 kost liat bola rame2 waktu timnas maen dengan timnas malaysia kalo gak salah. Lagi galau2nya nonton (coz waktu itu timnas kalah), pihak panitia menghubungi ku. Dan tiada lain dan tak bukan adalah bahwa aku dinyatakan diterima sebagai LO.  Padahal waktu itu akulah pihak terakhir yg dihubungi panitia. Awalnya aku berfikir bahwa aku nggak lolos, coz tak tunggu dari sore q gk dapat kabar apapun. Setelah telpon aku tutup, tetep aja aku galau coz dari cerita temen2 ku yg udah malang melintang di dunia per LO an, seorang LO harus tau segala sesuatu tentang kota dimana event itu dihelat. Ya bisa dikatakan LO kayak guide gitu lah. Proses berlanjut dan berlanjut hingga akhirnya aku harus mengikuti pelatihan sebelum terjun di lapangan. Dalam 3 hari, aku dan teman2 yg lain dibekali bagaimana menjadi LO yg baik itu. Dan dari sanalah aku bertemu dan berkenalan dengan teman baru. Saat pelatihan itu, aku bertemu dengan pak Sabar, orang Indonesia yg bisa mendaki ke puncak gunung Elbrus walau dengan keterbatasan hanya mempunyai satu kaki.

Cerita Berlanjut

Dan hari H pun telah tiba. Hari itu sangat spesial coz aku harus sampai di atlet village (Wisma Haji Donohudan) jam 5 pagi dan harus segera menjemput rombongan atlet Timor Leste (agak kecewa juga sebenere coz gak dapet delegasi dari Singapura ato Philipina) ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Alhasil ya bangun jam 3 trus berangkat bareng 2 temen satu group naik taksi. Untung aja temenku inisiatif sewa taksi, klo gak ya uda dingin deh semua badanku naik motor kesayangan, hehehe. Sesampai di atlet village, kejutan masih berlanjut. Kami LO untuk Timor Leste diberi kesempatan untuk menjemput pake special bus low floor, yaitu bis khusus buat ngangkut temen2 atlet berkebutuhan khusus. So, kesimpulannya, kami naik itu bis pertama kali sebelum resmi dipake selama event. Wah, seneng banget rasanya, ke Jogja naek bus khusus. Bis itu masih baru, lega, and full AC tentunya. Dari sana aku berkenalan dengan temen2 yang lain.

To be continued…………

 

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Entah..

entah…

setiap kali aku berada pada titik ini. Titik yang hanya saat-saat tertentu saja muncul. hanya disudut-sudut ini. sudut dengan angel yang berbeda. otak ku, entah mengapa, bagaimana, dan segala bentuk tanya lainnya. memanggil semua de javu yang terekam. semua hanya terjadi begitu saja. secepat kilat mereka datang. cepat…cepat sekali. aku bahkan tak menyadarinya.

semua ini, tersusun dengan karakteristiknya sendiri. dan sepertinya, otakku dengan senang hati, mengulang, dan mengingatkan semua. wahai otak ku…yang tersusun dari milyaran syaraf yang tersusun atas kuasaNya. mengapa?hanya karena sudut-sudut ini, hanya dari angel ini, kau mengingatkan ku..atas semua itu?

dan aku tak bisa meredam derasnya piringan hitam yang sudah tak relevant lagi dengan keadaan jaman. mengapa kau putar dia, dengan sangat lancarnya, dengan sangat cepatnya. dan kesadaran ku pun tak bisa mengaturnya. seolah berjalan sendiri, tanpa diketahui oleh sang tuan..

dan akhirnya, aku hanya bisa tersenyum kecil…pahit, kecut, manis, apapun itu. dan hanya bisa memaki diri sendiri. wahai otak ku, aku minta tolong kepadamu. jangan lah kau lakukan lagi, ketika aku berada pada titik-titik itu lagi, pada sudut-sudut itu lagi. karena aku akan memilih menjauh dari spot-spot yang menjemukan itu.

dan dengan sedikit kesadaran yang tersisa, aku berusaha menerimanya…yah, karena aku tak berdaya, kau sebarkan milyaran virus yang melumpuhkan akal sehat ku. dan akhirnya, aku akan melawanmu…ya, aku akan melawanmu. suatu saat nanti…

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

blogger baru

yah….ini adalah blog saya. Sebenarnya sudah cukup lama pengen belajar nge blog, tp baru kesampaian sekarang. Pertama bingung juga mau nulis apa, jadi saya coba menulis apa saja. Jadi nya ya, ya ini, ala kadarnya.

Tak lupa saya juga ingin meminta saran dari para pembaca maupun pengunjung untuk dengan senang hati memberi saran maupun bimbingan kepada saya, ya dengan harapan mendapat ilmu dari saudara-saudara yang sudah tahu seluk beluk dunia blog. terima kasih.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment